Sejarah Singkat Pendudukan Jepang Di Indonesia


Sejarah Singkat Pendudukan Jepang Di Indonesia
Pada tahun 1942, Jepang digdaya di Asia. Bahkan, negara Samurai ini berhasil menaklukkan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Di tahun ini pula, Jepang masuk ke Sumatera dan membantu masyarakat pribumi untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah Hindia Belanda. Pasca peristiwa ini, pendudukan Jepang di Indonesia pun dimulai.
Karena peristiwa Kalimantan, Hindia Belanda tidak berkutik. Apalagi saat itu, sebagian besar wilayah kekuasaannya sudah dikuasai oleh Nazi Jerman. Akhirnya akibat keterkepungan  yang kronis, Hindia Belanda Menyerah dan masuklah Jepang ke Indonesia.

Sejarah Pendudukan Jepang Di Indonesia

Berikut artikel pendudukan Jepang di Indonesia yang lebih lengkap. Semoga bisa menjadi pembelajaran terutama pasal sejarah pra kemerdekaan negara Indonesia. Diharap dengan narasi ini, rasa patriotisme kebangsaan semakin tinggi dan menguat.

1. Kolonialisme, Perang dan Strategi Raih Simpati Jepang

Jepang resmi menjajah Indonesia pasca perjanjian Kalijati Bandung. Pada perjanjian ini, pemerintah Hindia Belanda Menyerah tanpa syarat dan memberikan tampuk pemerintahan kepada Jepang.
Sejak saat itu, Jepang mulai terapkan kolonialisme-nya dengan memonopoli sumber daya alam. Semuanya digunakan secara penuh oleh pemerintah Jepang untuk fasilitas perang dan daya industri. Melihat potensi bagus, Jepang pun membangun sentra militer di Jawa sedangkan pencaplokan minyak bumi dipusatkan di Kalimantan.
Rakyat Indonesia tidak merasa dibodohi oleh Jepang. Pasalnya, strategi pemerintahan yang dianut adalah “pura-pura baik”. Bahkan, propaganda “Jepang adalah saudara tua” selalu digembar-gemborkan pada saat itu.  

2. Gerakan Tiga A dan Pembebasan Tokoh Nasional

Pemerintah Jepang mengelabui rakyat dengan slogan Gerakan 3A, yaitu Jepang pelindung Asia, Jepang pemimpin Asia dan Jepang cahaya Asia. Dengan propaganda ini, harapan rakyat akan kemakmuran dan keamanan pasca penjajahan Belanda semakin besar.
Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata Jepang belum bisa menarik simpati masyarakat dengan slogan tersebut. Bahkan rakyat mulai sadar kalau keberpihakan Jepang pada rakyat Indonesia hanya selubung belaka.
Untuk mencegah revolusi rakyat, apalagi Jepang masih membutuhkan pemuda sebagai martir perang, maka pemerintah Jepang kala itu mengeluarkan strategi “raih simpati” yang baru, yaitu membebaskan tokoh-tokoh karismatik dari penjara seperti Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir.

3. Sistem Kerja Paksa (Romusha)

Sejarah yang tidak terlupakan akibat pendudukan Jepang di Indonesia adalah peristiwa Romusha. Kebijakan kerja paksa ini telah merenggut jutaan rakyat Indonesia. Mereka dipaksa bekerja siang malam tanpa upah. Makanan yang diberikan pun jauh dari kata layak.
Karena peristiwa inilah, rakyat bersuara kalau penjajahan Jepang lebih kejam dibandingkan Hindia Belanda. Padahal, masa kolonialisme-nya hanya tiga setengah tahun saja.

4. Membangun Organisasi Militer

Satu tahun pasca masuknya Jepang ke Indonesia, negara Harakiri ini mulai terdesak di medan tempur melawan Sekutu. Akhirnya otoritas di kala itu mengambil kebijakan penambahan pasukan untuk membantu peperangan. Akhirnya pada tahun 1943, rakyat Indonesia mulai dipersenjatai dan dilatih militer.
Ada cukup banyak pemuda yang dilatih plus dibuatkan organisasi militer sendiri seperti barisan Pemuda (Seinendan), Barisan Pembantu Polisi (Keibodan) dan Pembela Tanah Air yang disingkat PETA. Bahkan remaja muslim pun tidak ketinggalan dengan nama organisasinya adalah Hizbullah.

5. Kalah Perang Dari Sekutu

Tanggal 15 Agustus 1945, Jepang dipaksa menyerah oleh Sekutu. Mendengar kabar ini, para tokoh Indonesia mulai mengambil sikap untuk mendaulatkan diri. Maka organisasi BPUPKI yang berisi para pejuang mulai melakukan perbincangan tentang kemerdekaan. Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945, proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan.
Itulah sejarah singkat pendudukan Jepang di Indonesia. Sebuah potret sejarah kelam bangsa ketika melewati serangkaian peristiwa penjajahan yang kejam dan memprihatinkan.
Artikel ini ditulis oleh lirafli.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel